Abdul Haris menjelaskan kepada wartawan
Sabtu (12/5), di Posko evakuasi Embrio, Bogor, "Saat menuruni tebing
kita melihat ada jasad di atas pohon bergelantungan di parasut." Haris
dan tim menduga jasad yang ditemukan tidak utuh tersebut adalah pilot
pesawat nahas. Dugaan kuat itu dilihat dari ciri wajah depan yang
sebagian masih terlihat utuh dan rambut putih. "Di dompet yang kami
temukan di celana tertera nama orang asing," ujarnya.
Berita ini sepintas kecil dan sederhana,
tetapi menurut teori penerbangan sangat penting dalam penyelidikan
sebuah kecelakaan pesawat. Sayang penjelasan yang diberikan tidak
menyertakan data surat keterangan atau identitas yang mereka temukan dan
foto parasut tersebut. Yang jelas apabila berita tersebut dibuat apa
adanya, menurut penulis harus menjadi salah satu fokus investigasi.
Disatu sisi, Sertu Abdul Syukur sebagai anggota pasukan khusus
(Kopassus) yang dipastikan juga seorang penerjun, jelas faham dan tidak
mungkin salah mengenali bahwa jenazah tersebut tergantung di pohon
dengan menggunakan parasut.
Kini timbul pertanyaan dibenak penulis,
tidak wajar seorang penerbang pesawat angkut komersial menggunakan
parasut. Parasut bagi seorang penerbang hanya dipergunakan mereka yang
terbang dengan pesawat tempur. Jadi hal ini harus diselidiki lebih
lanjut dan sebaiknya menjadi fokus dari team Basarnas. Spekulasi bisa
berkembang menjadi bermacam-macam.
Yakini dahulu bahwa jenazah tersebut
memang Captain Pilot Alexander Yablontsev, dari pengamatan sekilas Abdul
Syukur secara fisik memang mereka perkirakan orang tersebut pilotnya.
Ataukah di pesawat tersebut terdapat orang lain yang sudah mempersiapkan
diri dengan parasut, yang mempunyai niat tidak baik? Apakah ada
Hijacking? Nah, spekulasi seperti ini bisa saja terjadi. Dengan 14.000
jam terbang, Yablontsev bukanlah penerbang sembarangan, dia penerbang
handal dan terbaik yang dimiliki oleh Sukhoi. Pesawat SSJ100 tersebut
juga dilengkapi dengan peralatan yang super modern yang mampu memonitor
hambatan cuaca buruk dan sebuah medan berbahaya di ketinggian. Apakah
sesederhana dan semudah itu Yablontsev dan SSJ100 yang super modern itu
menabrak gunung?
Apabila informasi tersebut benar, ada
jasad yang menggunakan parasut, ini bisa merupakan salah satu pintu
masuk terhadap kecelakaan yang sangat mengherankan dan menyesakkan
tersebut. Team ahli Rusia kini sebanyak 77 orang sudah datang, mereka
adalah para ahli yang khusus dikirim oleh pemerintah Rusia. Bersama
mereka juga dikirim dua helikopter serta peralatan investigasi lainnya.
Kita sebaiknya menyampaikan setiap rinci informasi kepada mereka, karena
mereka yang sangat faham dengan kemampuan dan kerawanan pilot serta
pesawatnya.
Memang kini kita sebaiknya tidak
berspekulasi dalam menyatakan penyebab kecelakaan tersebut. Sebagai
insan udara dan anggota kelompok ahli BNPT, penulis merasakan ada sebuah
keganjilan disini. Pemikiran ini hanyalah sebuah masukan sebagai sense
of intelligence. Semoga semua tabir gelap ini terkuak, ada apa
sebenarnya dibelakang ini semuanya. Kasus ini demikian penting bagi
bangsa Indonesia dan Rusia. Selamat bertugas.
Prayitno Ramelan ( www.ramalanintelijen.net )

Social Plugin